IPTEK

2012
03.30

Setelah sekian lama,

saya baru menyadari bedanya i, p dan tek.

 

Pengetahuan adalah sesuatu yang kita tahu.

Tahu saja, terkadang tidak berguna.

 

Kita perlu ketrampilan.

Kita perlu ilmu.

 

Setelah pengetahuan dilarutkan dalam tindakan,

dan meresap dalam tubuh, maka ia akan menjadi ilmu.

 

Ilmu hanya mungkin didapat dari

melakukannya …

 

Kemudian, ilmu yang didapat,

digunakan untuk menghasilkan sesuatu.

 

Itu namanya Teknologi.

 

Sobat,

Coba Anda periksa sebentar,

 

Apakah yang selama ini Anda cari,

ilmu, pengetahuan atau teknologi?

 

See you at the top!

John Rusly

 

www.johnyrusly.com

 

Otak Kanan? Atau Otak Kiri?

2012
03.27

Otak kanan atau otak kiri,

mana yang lebih hebat?

 

Ah, yang penting sama-sama otak,

jadi dua-duanya dipakai saja …

 

Gitu saja kog repot!

(jadi ingat Gus Dur, hikksss )

 

Salam,

John Rusly

BBM Naik

2012
03.27

Berbicara BBM naik, yang terlintas dipikiran saya

bukan keluhan, apalagi cara memprotes atau berdemo.

 

Ada hal diluar diri kita,

yang berada di luar kendali kita.

 

Namun, banyak hal di dalam diri,

yang dapat kita kendalikan.

 

Seperti …

Pikiran dan aksi kita.

 

Bagaimana jika kita berpikir,

cara-cara menaikan pendapatan kita?

 

Sehingga kenaikan bbm

tidak menjadi dampak bagi kesejahteraan kita?

 

Apa pendapat Anda?

 

See you at the top!

 

John Rusly

www.johnyrusly.com

 

 

Jangka waktu & besar komisi seorang marketing executive

2012
03.19

Jangka waktu & besar komisi seorang marketing executive

To: johnyrusly@yahoo.com
Date: Sunday, March 18, 2012, 11:00 AM
Salam sukses.

Saya marketing executive ( dalam mencari customer baru )

Yang perlu saya tanyakan adalah :

Berapa besar komisi yang akan diperoleh ( dari kotor & bersih )

Dan berapa jangka waktu ( thn ) dapat menikmati komisi tersebut.

Terima kasih.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

*************************

Salam sukses pak WT

Besarnya komisi dan jangka waktunya berbeda antara setiap jenis usaha.

Pada bidang usaha yang relatif sulit dijual dan memiliki profit margin tinggi, properti dan asuransi misalnya, maka nilai komisinya lebih tinggi.

Berbeda dengan bidang FMCG (Fast Moving Consumer Goods) yang gampang dijual dan memiliki profit kecil, maka komisi akan lebih rendah.

Komisi juga tergantung pada besaran gaji.

Umumnya, bidang yang komisinya tinggi, gajinya kecil. Demikian juga sebaliknya, bidang yang bergaji besar, komisinya kecil atau bahkan tidak ada komisi sama sekali.

Untuk mengetahui seberapa komisi yang diterima, biasanya teman-teman saya suka bertanya kepada sesama marketing / salesman pada bidang yang sama. Dengan membandingkan komisi / gaji pada bidang yang sama, maka Anda akan dapat mengetahui pasaran yang berlaku.

Namun, ada satu saran baik untuk bapak.

Sebaiknya bapak tidak berfokus pada komisi dan gaji, tetapi pada cara mendapatkan pelanggan / customer baru. Seiring bertambahnya pelanggan baru, maka komisi bapak pasti akan ikut bertumbuh.

Demikian dulu ya pak.

Sukses untuk Anda …

Salam,

John Rusly

Akhirnya, terbit juga …

2012
03.19

Akhirnya, terbit buku juga buku saya yang pertama.
“JADI, ANDA INGIN MENJADI PENGUSAHA?”

Buku tentang entrepreneurship ini dikemas
dalam bentuk cerita yang apik dan mengalir.

Buku ini bercerita tentang Chelsea, seorang karyawati
yang ingin resign dan menjadi pengusaha.

Oleh Coach, Chelsea diminta untuk menahan diri,
dan mempersiapkan beberapa hal …

Coach menunjukan bahwa menjadi pengusaha itu mudah sekali,
yang sulit adalah bertahan hidup, kemudian mengembangkan perusahaan menjadi besar.

Chelsea belajar banyak hal, antara lain tentang 5 langkah memulai usaha,
Es Kesini, Konsep 60/30/10, 1+3 Kesiapan, belajar yang dibayar dan banyak hal praktis lainnya.

Buku seharga hanya Rp.44.800,
dapat Anda beli di Gramedia atau toko buku online

Saya dapat membantu memesan buku ini.
Silahkan Japri ke johnyrusly@yahoo.com.

Tolong dibantu sebar luaskan untuk
teman-teman yang membutuhkan …

 

Hobby Menjadi Peluang Bisnis

2012
03.15

Tanya:

Apakah hobi tersebut bisa menjadi peluang kita untuk membuka suatu usaha. kalau iya bagaimana ya caranya? Hobby saya makan, bermain bola, desain dan suka berkumpul dan bercengkrama dengan keluarga, terbukti saya slalu ingin pulang kantor lebih dini, dan senang bertemu dengan anak-anakku yang masih berusia 3,5 tahun dan 7 bulan. Mohon masukannya terima kasih.

AW

 

John Rusly menjawab

Terima kasih pak AW atas pertanyaanya.

Tentu saja, hobby dapat dikembangkan menjadi bisnis, tetapi itu hanya terbatas pada hobby yang memberikan manfaat bagi orang banyak.

Apabila hobby tidak memberikan manfaat bagi orang lain tetapi memberikan kesenangan pada diri kita, maka kita dapat memelihara hobby tersebut sebagai pelipur di waktu senggang.

Beberapa teman melakukan hal ini.

Mereka menuliskan semua hobbynya, lalu menetapkan hobby mana yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai sebuah bisnis. Tentu saja, hobby tersebut harus membawa manfaat bagi orang banyak. Semakin besar manfaat yang dapat diberikan semakin besar kemudian bisnis tersebut dapat berkembang.

Saya membaca kata ‘desain’ yang terselip diantara hobby bapak. Saya merasa penasaran, sejauh apa ‘desain’ tersebut dapat digali lebih lanjut sehingga memberikan manfaat bagi orang lain dan mereka bersedia untuk membayar manfaat tersebut.

Selamat menemukan ide bisnis dari hobby ya pak …

See you at the top!

John Rusly

www.johnyrusly.com

PS: pertanyaan ini datangnya dari komen di blog saya; www.johnyrusly.com. Teman-teman yang ingin berbincang atau berdiskusi tentang bisnis, silahkan tinggalkan komen di bawah, sekarang. Thanks …

 

Jangan GILA menjadi Pengusaha

2012
03.14

Ada sebuah fenomena menarik yang saya perhatikan pada beberapa komunitas pengusaha.

Pada komunitas itu selalu terdapat dua golongan yaitu;

  • pengusaha yang sukses, dengan omset sekian dan sekian, serta
  • pengusaha yang sudah bekerja sekian lama, dan masih berjuang untuk sukses.

Saya bertanya pada diri saya sendiri, mengapa demikian?

Dan saya menemukan ini.

 

Kompetensi Bisnis

Para pengusaha sukses ternyata sangat mengerti bagaimana caranya menjalankan bisnis, sedangkan para pengusaha yang berjuang untuk sukses tahu hanya sedikit cara menjalankan bisnis.

Jadi, jawabannya ada di pengusaaan bisnis atau meminjam istilah pak Heppy Trenggono, ada di kompetensi.

 

Jangan Gila Menjadi Pengusaha

Beberapa bulan yang lalu, saya menerima karyawan baru yang benar-benar baru lulus sekolah. Karena saya melatih mereka langsung, saya menemukan beberapa hal menarik.

Pada awal-awal bekerja, mereka sama sekali tidak tahu banyak hal.  Bahkan, karyawan baru saya tidak tahu apa yang dimaksud dengan istilah surat jalan, faktur penjualan, aging piutang. Kita belum bicara mengenai neraca, laporan rugi laba, laporan arus kas serta bagaimana cara menetapkan target pasar, cara memasarkan, cara menjual, cara memimpin dan mengelola perusahaan dan sebagainya.

Dalam hati saya berkata, oh my God, apa yang terjadi jika mereka lulus sekolah dan langsung menjadi pengusaha, apa kira-kira yang akan terjadi pada mereka?

Beberapa pertanyaan lain segera berkecamuk dalam pikiran saya;

Apakah mereka akan selamanya menjadi pengusaha gurem yang sulit berkembang karena terbatasnya kompetensi? Inikah yang dinamakah cara gila menjadi pengusaha? Bukankah terbatasnya kemampuan akan membuat mereka benar-benar menjadi gila?

Fenomena-fenomena diatas semakin memperkuat motivasi saya untuk berbagi dalam buku, “Jadi, Anda ingin Menjadi Pengusaha (JAIMP).”

 

Jadi, Anda Ingin Menjadi Pengusaha?

Saya memperhatikan bahwa hampir semua konglomerat mendorong anaknya untuk bekerja pada orang lain sebelum akhirnya para putra dan putri mahkota kembali ke kerajaan untuk memegang tampuk kekuasaan.

Jika saja para konglomerat mendorong anaknya untuk bekerja (baca; belajar) pada orang lain, mengapa kita harus langsung terjun menjadi pengusaha?

Buku “Jadi, Anda ingin Menjadi Pengusaha”, menganjurkan seseorang yang ingin menjadi entrepreneur untuk bekerja dulu dengan orang lain, untuk menjadi intrapreneur dulu, sebelum akhirnya menjadi entrepreneur.

Buku ini menganjurkan seseorang untuk tidak terburu-buru menjadi pengusaha, melainkan untuk belajar (bekerja) selama 1000 hari, untuk mendapatkan ilmu dan kompetensi yang ia butuhkan.

Ketika seseorang sudah mendapatkan kompetensi yang dibutuhkan untuk membesarkan bisnis, maka akan sangat mudah baginya untuk membesarkan bisnisnya.

 

Melawan Arus Besar

Mungkin, pemikiran “Jadi, Anda Ingin Menjadi Pengusaha” melawan arus besar saat ini, yang meminta seseorang yang baru lulus sekolah, untuk langsung menjadi pengusaha.

Tetapi konsep yang Anda dengar ini, adalah sebuah konsep yang perlu Anda renungkan sejenak.

See you at the top!

John Rusly

www.johnyrusly.com

www.kursusbisnis.com

Follow me @johnyrusly (twitter) .

 

PS-1: Mungkin Anda bertanya-tanya, apa yang terjadi pada seseorang yang sudah terlanjur nyemplung menjadi pengusaha? Bekerja pada orang lain adalah sebuah modal, dan bukan satu-satunya cara sukses menjadi pengusaha sukses. Masih ada beberapa cara, seperti yang dilakukan pak Roni Yuzirman, pak Teguh Wibawanto, pak Irwanto dan lain-lain. Kita bicarakan pada kesempatan lain ya …

PS-2: Buku JAIMP (terbit bulan ini)  masuk ke recommended List Gramedia untuk bulan Maret. Sementara kita bertemu pada acara bedah buku, kita akan kupas tuntas pertanyaan-pertanyaan Anda …

 

Johny Rusly adalah seorang Pengusaha, Coach dan Trainer untuk topik Entrepreneurship, pengarang buku JAIMP – Jadi, Anda Ingin Menjadi Pengusaha (Elex Media)

 

 

 

 

 

 

 

1000 Ilmu?

2012
01.16

Manakah yang lebih baik,

a) 1000 ilmu x 1 kali

atau

b) 1 Ilmu x 1000 kali.

 

Banyak orang mengira,

dengan menguasai banyak ilmu ia akan dianggap pintar.

Oleh sebab itu, ia mencari 1000 ilmu kemana-mana.

 

Sesungguhnya, kepintaran itu datang dari melakukan,

dari satu ilmu yang diulang-ulang 1000 kali,

sampai ia menjadi benar-benar menjadi ‘ahli’ dan

layak dipanggil ‘Master’.

 

Dunia tidak membutuhkan seseorang yang ‘sekedar’ tahu,

tetapi membutuhkan seseorang yang sangat paham dan menguasai.

 

Pilihlah satu bidang, lalu

Jadilah Master pada bidang yang Anda pilih.

 

See you at the top!

 

John Rusly

www.johnyrusly.com