A6Pertanyaan dari Pak Budi – www.BungaHati.com

—–Original Message—–From: tda-jakbar@yahoogro ups.com

Sangat menarik artikel nya pak John Rusly

Berhubung sekarang bungahati.com sedang mencari Sales

(Baru bulan mei 2010 start nya) baru dapat 1 sales.
Semoga ini bisa memberikan gambaran bahwa sales & marketing sama penting nya (dan seiring sejalan) .

Btw jika sama2 penting.

Jika dilihat dari sisi reward ..Sales atau Marketing yg dapat bonus lebih besar ?

Atau sama saja pak. bagaimana kira2nya menentukan pola rewards / komisi/fee/ bonus yang baik pak bagi sales & marketing ?

Arti kata secara teknis.. bonus yg berlaku di lapangan pada saat ini (diperusahaan2) bagaimana ya ?

Apakah persentasenya dari OMSET /Bulan? jika iya kelayakannya berapa %
mesti diberikan ? apakah 5 % atau 10 % atau berapa ya pak..?

Ngomong2 soal sales sangat menarik sekali ya.untuk dibahas..bagaimana kalau kita MM di jakbar dengan tema ini.. bagaimana pak Dharul and pak Jiran ? dan teman2 yg lainnya .setuju ?

Thx u and salam kenal

Warm regards

Budi,

www.bungahati.com


_____________________________________

Sharing dari John Rusly

Terima kasih pak Budi atas emailnya.

Membaca email bapak, saya dapat menangkap semangat yang meletup-letup. Saya senang melihat bahwa perusahaan anda, – dan juga Anda sendiri-, sedang dalam motivasi tinggi untuk berkembang ke arah yang lebih baik.

Pak Budi, sebelum saya menjawab pertanyaan bapak mengenai reward/insentif, mari kita perdalam beberapa hal ini;

  • Untuk apa Anda membutuhkan salesman tersebut? buka pasar baru? produk baru? memperkuat produk yang ada? atau untuk mengantikan posisi Anda?
  • Berapakah profit kotor yang akan dihasilkan oleh salesman tersebut?
  • Berapakah biaya-biaya yang perlu Anda keluarkan? Perhitungkan semua biaya, gaji, bonus, perjalanan, THR. Perhitungan juga biaya administrasi + biaya marketing untuk sales tersebut.
  • Pertanyaan terakhir, setelah Anda mengurangi profit kotor dengan semua biaya, berapakah yang tersisa untuk Anda sebagai pemilik perusahaan?

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, Anda akan segera mendapat gambaran, apakah Anda memerlukan seorang salesman, atau sepuluh salesmen, atau bahkan tidak membutuhkan salesman sama sekali.

Untuk lebih fair dalam mengukur, kita sebaiknya menggunakan satuan tahun untuk menilai. Jadi, proyeksi profit selama satu tahun dikurangi proyeksi biaya selama satu tahun.

Banyak orang terjebak dengan besaran omset.

Padahal yang seharusnya kita perhatikan adalah

P-R-O-F-I-T.

Insentif / bonus / komisi untuk sales dapat Anda perhitungkan dari profit bersih untuk Anda. Persentage-nya tergantung dari kebijakan perusahaaan Anda.

Demikian dulu ya pak Budi.

Apabila ada yang dapat saya bantu, jangan segan dan ragu untuk menghubungi saya di johnyrusly@yahoo.com.

Sukses selalu …

Sampai bertemu di puncak!
See you at the top!

John Rusly
Situs Inspirasi Bisnis dan Manajemen – Untuk Pengusaha
.

PS: Silahkan kirimkan pertanyaan Anda seputar bisnis ke johnyrusly@yahoo.com. Mohon maaf, kami tidak menjawab pertanyaan secara pribadi. Untuk pembelajaran bersama, semua jawaban akan kami posting ke website www.johnyrusly.com. Terima kasih!


 

1 Response » to “Bagaimana Caranya Menentukan Komisi Sales & Marketing ?”

  1. I’m really enjoying the blog; thanks for the content

Leave a Reply



Coaching Indonesia, Indonesia Coach, Coach, Coaching, mentor, NLP Coach Indonesia, NLP Coaching Indonesia, NLP, mentoring, therapy, terapi, life coach, executive coach, business coach, bisnis coach, cari coach, action, goal, personal coach, motivasi, motivator, inspirator, bisnis, pengusaha, wirausaha, memulai, mengembangkan, UKM, konglomerat, kaya, rahasia, cara, bagaimana